Indonesia memang dikenal sebagai negara dengan jumlah pulau terbanyak di dunia. Pada tahun 2016 lalu Indonesia berhasil menertibkan dan memverifikasi sejumlah 14.572 pulau. Jumlah tersebut sudah mencakup pulau-pulau besar dan kecil lainnya. Pada tahun 2017 ini sejumlah pulau-pulau kecil berhasil diindentifikasi dan rencananya akan segera dimasukkan ke dalam wilayah kepulauan negara Indonesia melalui Sidang UN GEGN (United Nations Group of Experts on Geographical Names). Sebagai negara kepulauan tentu saja Indonesia memiliki sejumlah pulau-pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Pulau-pulau yang berbatasan dengan negara tetangga tersebut agaknya memiliki sejumlah permasalahan karena letak geografisnya yang saling berjauhan.

Salah satu permasalahan yang terjadi di daerah perbatasan adalah adanya kesenjangan sarana dan prasarana

Sumber: raja-ampat.biz

Kesenjangan sarana dan prasarana memang seringkali terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Dalam hal ini, pemerintah telah berupaya secara maksimal untuk terus melakukan pembangunan agar kesenjangan tersebut berkurang. Namun, agaknya penduduk di daerah perbatasan harus bersabar. Sebab melakukan pembangunan dengan letak geografis yang saling berjauhan merupakan tantangan tersendiri. Akibat adanya kesenjangan tersebut, salah satu masalah yang dihadapi penduduk di perbatasan adalah akses informasi yang lambat masuk ke daerah. Untuk itu, pemerintah menetapkan beberapa daerah sebagai daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) sebagai prioritas untuk melakukan pembangunan.

Kambufaten, daerah perbatasan di Papua ini merupakan salah satu daerah yang segera bisa menikmati akses internet

Sumber: kapten97.blogspot.co.id

Salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga adalah Kambufaten. Daerah ini berada di Papua Barat yang berbatasan dengan negara Papua New Guinea. Sebagai daerah perbatasan, dulunya penduduk di sana sulit untuk mendapatkan akses informasi, sehingga seringkali mereka tidak mengetahui apa yang terjadi di luar sana. Kelambatan informasi yang masuk di Kambufaten ini mengakibatkan para penduduknya hanya mengetahui apa yang terjadi di sekitar mereka saja.

Kini setiap daerah perbatasan di Indonesia akan segera menikmati akses informasi dengan adanya pembangunan sarana komunikasi

Sumber:teknologi.metrotvnews.com

Menkominfo melalui BP3TI beberapa waktu yang lalu telah melakukan sejumlah terobosan dalam rangka pembangunan daerah perbatasan ini. Pemerintah membangun sejumlah BTS 4G yang diletakkan di batas-batas negara, sehingga penduduk yang berada di sana bisa mendapat akses informasi yang sama dengan mereka yang ada di kota. Total dari BTS yang dibangun ada 17 unit dan semuanya tersebar merata hampir di seluruh daerah perbatasan seperti Wijim dan Yensawai di Raja Ampat, Arbais dan Amsira di Sarmi, Ayawasi, Kambufatem , Sauf, Arusdan Jitmau, Fategomi, Maybrat, Sobey di Telum Wondama, Kantuk Asam di Kapuas Hulu, Desa Tangguh di Bengkayang, Marore di Sangihe, Mungguk Gelombang dan Nanga Kelapang di Sintang dan Langkuru Utara di Alor.

Dibangunnya sejumlah BTS ini diharapkan tidak akan ada lagi masalah keterlambatan informasi yang diterima saudara-saudara kita di perbatasan. Dengan menghidupkan batas negara dengan akses internet seperti ini, kamu bisa bebas membagikan kisah perjalananmu di daerah perbatasan, termasuk saat kamu tengah berlibur di Kambufatem, Papua Barat.