Banyak cara yang bisa dilakukan oleh pemuda Indonesia untuk turut serta dalam mencerdaskan bangsa ini. Terutama, membantu pemerintah dalam bidang pendidikan melalui buku. Nah, Book for Mountain adalah salah satu komunitas anak muda Indonesia yang menjadi contohnya. Sejak berdiri pada tahun 2010, Komunitas Book for Mountain sudah mendirikan puluhan perpustakan di Indonesia, khusus untuk daerah yang berada di pedalaman. Yuk, mari kenal lebih dekat dengan aktivitasnya!

Berawal dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi Aksi Nyata

Sumber: bookformountain.com

Tim Penjuru diberi kesempatan langsung bisa berdiskusi dengan Naniek Febriany. Ia adalah salah seorang pencetus berdirinya komunitas ini. Komunitas Book for Mountain lahir diawali dengan adanya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UGM pada tahun 2010. Saat itu, bagian kelompok KKN yang di tempatkan di Lombok Timur memiliki  program membangun perpustakaan di sekolah. “Pada awalnya, semua murni karena tugas kampus,” ujar Niniek.

Usai dari kegiatan tersebut, para mahasiswa prihatin dengan banyaknya sekolah yang tidak memiliki perpustakaan. Sedangkan, buku adalah salah satu jendela dunia. Akhirnya, mereka sepakat untuk mendirikan Book for Mountain. Mountain di sini bukan bearti bantuan hanya untuk anak-anak yang tinggal di pegunungan, melainkan sebagai simbol untuk anak-anak yang sekolah di pelosok atau yang susah di akses dengan transportasi umum.

37 Pustaka di Berbagai Daerah

Sumber: bookformountain.com

Serius dengan komunitas yang digarap. Hingga saat ini, Book for Mountain sudah mendirikan 37 pustaka di puluhan desa yang tersebar di Indonesia. BFM tidak hanya membangun perpustaakan secara fisik, melainkan meningkatkan minat baca anak-anak.

Dalam setiap projek biasanya para relawan akan menetap di lokasi -/+ 2 minggu. Jumlah relawan selama projek berkisar antara 6 hingga 12 orang. Selama projek berlangsung, para relawan juga akan memilih pengelola pustaka. Mereka juga akan diajarkan bagaimana agar pustaka selalu dikunjungi oleh anak-anak. Sehingga, secara perlahan minat baca anak-anak yang bertambah.

Selain buku sekolah, juga banyak buku-buku yang mengasah kreativitas anak-anak seperti buku tentang kerajinan, olahraga dan lain-lain.

Lebarkan Sayap untuk Program Kegiatan

Sumber: bookformountain.com

Nah, melihat antusias antara para relawan dengan masyarakat yang akan dibantu. BFM saat ini memiliki lima program utama. Pertama, program pembangunan perpustakaan. Kedua, Sekolah Berjalan – sebuah kegiatan yang dilakukan 2 kali dalam sebulan di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketiga, Bedah Perpustakaan – fokus membantu tempat-tempat yang membutuhkan bantuan dalam pengelolaan pustaka atau rumah baca yang dimiliki. Keempat. Voluntourism, nah ini cocok bagi  kamu para traveller yang ingin berwisata sekaligus mengajar. Kelima, Hari Kumpul Buku. Ini merupakan hari pengumpulan buku dari para donator. Nah, bagi kamu yang ingin menyumbangkan buku bisa salurkan melalui BFM, ya.

Begitu besar ya kontribusi yang sudah dilakukan oleh Book for Mountain untuk negeri ini. Padahal, semua berawal dari tugas kampus. Nah, bagaimana denganmu? Kira-kira gebrakan apa yang akan kamu lakukan untuk negeri ini? Selamat berkarya.