Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keberagaman paling besar di dunia. Mulai dari keberagaman budaya, bahasa, kesenian hingga suku masyarakatnya bisa ditemukan di Indonesia. Berbicara mengenai keberagaman suku, Indonesia memiliki lebih dari seribu suku masyarakat. Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik pada tahun 2010, menyebutkan bahwa sebanyak 1331 suku telah berhasil diidentifikasi. Banyaknya jumlah suku yang dimiliki oleh Indonesia ini diakibatkan karena banyak hal. Salah satu di antaranya adalah tingkat mobilitas penduduk yang tinggi sehingga mampu mempengaruhi komposisi suku-suku yang ada.

Suku Boti Merupakan Salah Satu Suku Asli Indonesia yang Memiliki Keunikan Tersendiri

Sumber: http://www.otonomi.co.id/

Suku ini merupakan suku masyarakat yang meninggali tanah Nusa Tenggara Timur. Suku Boti ini merupakan masyarakat keturunan asli dari penduduk Pulau Timor yaitu Atoni Metu. Dalam kesehariannya, masyarakat Suku Boti dipimpin oleh seorang tokoh supranatural yang disapa Nune Benu. Di dalam ajaran mereka, dalam hidup ini terdapat dua penguasa yaitu Uis Pah (penguasa dunia) dan Uis Neno (penguasa alam baka).

Akibat Lokasinya yang Sulit Dijangkau, Suku Boti ini Belum Tersentuh Perkembangan Teknologi

Sumber:goodnewsfromindonesia.id

Secara geografis, daerah yang ditinggal oleh suku ini jaraknya sekitar 40km dari Kabupaten Timor Tengah Selatan. Secara administratif, daerah tersebut disebut dengan Desa Boti, Kecamatan Kie. Dibutuhkan waktu selama 4 jam perjalanan darat dari pusat Kota Kupang untuk mencapai daerah tempat tinggal suku ini. Karena letaknya yang sulit dicapai dan berada di tengah pegunungan, masyarakat Suku Boti ini belum tersentuh perkembangan teknologi. Jangankan internet, akses listrik dan jalan saja belum sepenuhnya nyaman digunakan. Akibatnya masih sedikit akses informasi yang bisa digunakan oleh masyarakat Suku Boti ini.

Belum Tersentuh Perkembangan Teknologi Justru Membuat Suku Boti Masih Mempertahankan Tradisi lokal

Sumber: travel.detik.com

Masih minimnya perkembangan teknologi yang ada justru membuat Suku Boti ini masih mempertahankan tradisi lokalnya. Salah satu dari tradisi yang masih dipertahankan turun temurun adalah Tarian Swo Ma Eka. Tarian ini merupakan tarian perang yang ditujukan untuk memberikan semangat para pemuda yang ingin maju perang. Tarian ini dimulai dengan seorang pemuda yang berlari ke tengah lapangan. Pemuda tersebut berlari sembari membawa pedang dengan kaki yang dibalut hiasan dari rambut ekor kuda. Tarian tersebut diiringi oleh suara tabuhan gamelan. Tarian ini tidak hanya ditarikan oleh pemuda saja, melainkan para orang tua, gadis, serta anak-anak juga boleh menarikannya. Untuk kostum tarian, para perempuan mengenakan Tais yang dimainkan. Sementara penari pria, mengenakan destar atau hiasan kepala serta sarung dan memainkan pedang.

Agar tak ketinggalan dengan daerah lain, pemerintah tentu saja memiliki rencana untuk memfasilitasi agar teknologi bisa masuk ke daerah suku ini. Bukan bermaksud negatif, namun banyak manfaat yang bisa masyarakat Suku Boti dapatkan jika nanti perkembangan teknologi sudah menyapa daerah mereka. Salah satunya bisa memperkenalkan budaya serta tradisi Suku Boti ke kancah dunia.