Kamu yang hobi travelling ke tempat-tempat wisata alam pasti sempat menemukan beberapa tanaman yang jarang kamu lihat. Jangan sembarangan dipetik atau dirusak hanya karena penasaran ya! Sebab, siapa tahu tanaman tersebut termasuk ke dalam tumbuhan langka yang dilindungi undang-undang. Untukmu yang hobi travelling ke tempat-tempat wisata alam, seperti gunung, hutan maupun pantai, ini dia 10 tumbuhan langka Indonesia yang wajib kamu lindungi keberadaannya. Biar kasus pemetikan bunga Edelweis beberapa waktu yang lalu nggak terulang kembali.

Bunga Rafflesia arnoldii

Sumber: http://dosenbiologi.com

Bunga ini merupakan tumbuhan yang termasuk parasit obligat yang tumbuh pada batang inangnya. Tumbuhan ini memiliki bau yang khas, yang digunakan untuk menarik mangsanya. Pertama kali ditemukan pada tahun 1818 di hutan hujan tropis Pulau Sumatra. Diberi nama Rafflesia arnoldii karena sesuai dengan sejarah penemunya yaitu Thomas Stanford Raffles serta Joseph Arnold. Berbeda dengan tumbuhan lainnya, bunga ini tidak memiliki daun sendiri. Akibatnya Rafflesia arnoldii tidak bisa melakukan fotosintesis sendiri dan mengambil makanan dari inangnya.

Bunga Bangkai

Sumber: http://www.kabarin.co/

Bunga bangkai ini berbeda dengan bunga Rafflesia arnoldii lho. Meskipun sama-sama memiliki bau yang khas untuk menarik mangsa, bentuk dan morfologi bunganya jauh berbeda. Bunga bangkai ini memiliki beberapa jenis spesies, namun yang paling sering ditemukan adalah Amorphophallus titanium. Bunga ini biasanya ditemukan di Pulau Sumatra, serta tersebar di daerah Bengkulu dan Lampung. Ketinggian bunga bangkai bisa mencapai kurang lebih 4 m dengan diameter bunga selebar 1,5 m.

Bunga Edelweis

Sumber:merekamjejak1.blogspot.co.id

Masih ingat berita pemetikan bunga Edelweis di Gunung Semeru beberapa waktu yang lalu? Berita tersebut menjadi viral karena memang keberadaan bunga Edelweis yang sudah mulai langka. Salah satu jenis bunga Edelweis yang langka dan harus dilindungi adalah Leontopodium alpinum. Jenis ini hanya bisa ditemukan di Gunung Semeru. Jadi, penting banget untuk kita lestarikan bersama. Selain di Indonesia, ternyata bunga Edelweis ini juga dapat ditemukan di Pegunungan Alpen, Eropa.

Tumbuhan sarang semut Papua

Sumber: sarangsemutpapua.web.id

Tumbuhan khas tanah Papua ini merupakan tumbuhan perdu yang memiliki ciri-ciri batang tebal namun tidak bercanang. Daunnya juga tidak memiliki cabang sehingga hanya tumbuh di salah satu sisi pada bagian batang. Bunganya berwarna putih sedangkan buahnya berbentuk beri bulat  berwarna jingga. Tumbuhan dengan nama ilmiah myrmecodia ini bisa digunakan sebagai obat penyakit. Sehingga keberadaannya mulai langka karena terus-terusan diambil dari alam tanpa adanya perbanyakan manual. Nama sarang semut sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu myrmekodes yang memiliki arti dikerumini semut.

Kayu Cendana

Sumber : gurupintar.com

Tumbuhan ini merupakan pohon yang dimanfaatkan untuk menghasilkan kayu dan minyak cendana. Kayunya biasanya diolah menjadi rempah-rempah, bahan dupa, hingga aromaterapi. Jenis tumbuhan ini banyak ditemukan di wilayah Nusa Tenggara Timur khususnya di Pulau Timor. Tumbuhan dengan nama ilmiah Santalum album ini keberadaannya sangat langka sehingga keberadaannya harus tetap dilestarikan. Faktanya, satu batang pohon cendana yang dijual di pasar dunia ini dihargai dengan nominal yang fantastis.

Anggrek Tebu

Sumber: http://www.mangkoko.com/

Tumbuhan ini memiliki nama ilmiah Grammatophyllum speciosum. Anggrek tebu merupakan anggrek paling besar dengan panjang malai bisa mencapai 3 m serta diameter sekitar 2m. Dalam satu rumpun anggrek yang sudah dewasa, beratnya diperkirakan bisa mencapai 1 ton. Meskipun persebarannya hampir merata di setiap pulau di Indonesia, namun anggrek ini termasuk tumbuhan langka yang wajib kamu lestarikan.

Anggrek Kantung

Sumber: duniaq.com

Tumbuhan bernama ilmiah Paphiopedilum spp  ini nggak hanya langka di Indonesia saja lho. Di dunia pun anggrek ini sudah dimasukkan dalam daftar flora yang wajib dilindungi. Di seluruh dunia terdapat 87 spesies anggrek kantung, 19 di antaranya terdapat di Indonesia. Dan tahukah kamu bahwa 10 dari 19 spesies tersebut keberadaannya mulai terancam punah di Indonesia? Jadi kalau kamu travelling dan menemukan anggrek jenis ini, dinikmati keindahannya saja ya. Jangan dipetik apalagi dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Daun Payung

Sumber: http://www.gosumatra.com/

Disebut sebagai daun payung karena daun-daunnya sangat lebar dan besar sehingga mirip dengan payung. Tumbuhan ini bisa ditemukan di daerah Sumatra. Zaman dulu, daun payung ini sering digunakan sebagai bahan untuk membuat atap rumah. Namun seiring berjalannya waktu, tumbuhan ini kian langka, karena terus-terusan diambil dari alam tanpa adanya pelestarian perbanyakan. Tumbuhan ini memiliki nama ilmiah Johannestikmania altifrons dan ditemukan oleh seorang profesor bernama Teijsman.

Tengkawang

Sumber: http://www.kebupedia.com/

Tumbuhan yang banyak ditemui di pulau Kalimantan ini keberadannya juga terancam punah lho. Penebangan pohon Tengkawang ini sekarang sudah dilarang oleh pemerintah. Biasanya orang-orang memburu pohon ini karena ingin mengolahnya menjadi minyak. Pohon dengan nama ilmiah Shorea macrophylla ini mampu tumbuh hingga 30 m dengan diameter batang mencapai 60cm. Di luar negeri, tumbuhan ini banyak dikenal sebagai Borneo tallow nut.

Kantong semar karnivora

Sumber: florakarnivora.com

Meskipun banyak yang menganggap bahwa tumbuhan ini merupakan tanaman hias, namun beberapa ada yang keberadannya mulai langka. Salah satunya kantong semar karnivora ini. Tumbuhan ini pada saat daunnya masih muda, kantong memangsa akan tertutup, lalu akan terbuka ketika memasuki usia dewasa. Tumbuhan ini mimiliki nama ilmiah Nepenthes edwardsiana. Biasanya bisa kamu temukan di daerah hutan hujan tropis pulau Kalimantan dan Sumatra.

Kesepuluh tumbuhan tersebut keberadaanya mulai langka. Bahkan ada beberapa jenis tumbuhan yang sudah tergolong hampir punah. Apabila pada saat travelling ke tempat wisata alam seperti gunung atau hutan kamu menemukan salah satu dari kesepuluh jenis tumbuhan ini, cukup dinikmati keindahannya saja ya. Dipotret boleh, tapi jangan dipetik. Kalau bukan kita yang turut menjaga kelestarian tumbuhan-tumbuhan langka Indonesia, lalu siapa lagi?